Assalamu'alaikum Wr.Wb
Salam Pariwisata
kali ini Saya akan menerangkan tentang kuliner khas Kabupaten Blitar. Siapa yang sudah pernah dengar Geti?yak geti adalah kuliner khas Kabupaten Blitar. Geti khas Blitar dibuat di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan.
Geti merupakan salah satu makanan khas Blitar yang terbuat dari
kacang, wijen, dan gula merah. Geti biasanya disuguhkan sebagai jajanan
khas di Blitar pada hari raya atau pernikahan untuk menyambut para
tamu. Geti dikembangkan oleh empat keluarga di daerah Plosorejo dalam
bentuk bisnis rumah tangga.
Geti memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan produk lain dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Usaha ini sangat menguntungkan bagi masyarakat luas, terutama masyarakat di Tulungagung.
Bisnis geti merupakan salah satu alternatif peluang bisnis yang sangat bagus. Selain rasanya yang khas, geti juga bisa dijadikan sebagai wisata kuliner yang tahan lama dan bisa dibawa ke mana saja. Usaha geti diproduksi di Kecamatan Kademangan. Lokasi ini sangat strategis, karena disamping dekat dengan kota Blitar, kecamatan Kademangan merupakan daerah yang berada di tengah-tengah Kabupaten Blitar. Hal ini bisa mempermudah pemasaran produk geti ke seluruh lingkup Kabupaten.
Pemasaran produk geti sudah mulai merambah daerah sulawesi, jawa tengah, dan jawa timur. Bagi anda yang belum mencoba makanan geti ini, anda pasti menyesal, karena cita rasa makanan ini sangat spesial dan nikmat. apalagi jika disantap pada saat ngopi atau bersantai. Selamat mencoba geti, dan jangan lupa berkunjung ke Kabupaten Blitar yang sangat indah dan penuh dengan budaya yang unik.
Gurihnya kacang tanah bercampur wijen ini memberikan sensasi rasa yang sedikit berbeda. Gurih renyah dan manisnya gula merah berpadu membuat camilan yang satu ini selalu diminati tak hanya masyarakat Blitar, tapi juga warga Jakarta.
Kalau Anda sedang singgah di daerahBlitar, Jawa Timur, sangat mudah sekali menjumpai makanan yang satu ini. Karena memang Blitar merupakan daerah produsen geti. Yak, geti namanya. Camilan yang terbuat dari kacang tanah dan wijen ini memang unik.
Geti ini dibuat mirip sekali dengan enting-enting. Bahkan di beberapa daerah di luar kabupaten Tulungagung, geti disebut juga enting-enting. Kacang tanah dan wijen dimasukkan ke dalam larutan gula merah dan dimasak hingga ganting atau kering. Barulah di taruh ke dalam cetakan. Dan dikemas dalam kemasan plastik kecil-kecil.
Soal rasa, geti tidak kalah dengan jenis camilan lainnya. Rasa geti tidak terlalu manis seperti enting-enting. Karena campuran gulanya tidak sebanyak enting-enting. Ada tiga jenis pilihan geti. Mulai dari geti wijen, geti kacang tanah, ataupun gabungan keduanya. Kalau saya lebih menyukai geti kombinasi kacang tanah dengan wijen. Karena rasanya lebih gurih dan manisnya tidak berlebihan. Kalau sudah makan camilan ini, susah sekali untuk berhenti.
Tapi Anda harus berhati-hati, karena rasanya yang manis akan membuat gigi sakit jika terlalu banyak dan teksturnya yang liat sering menempel di gigi. Saat ini geti hanya bisa dijumpai di daerah asalnya saja. Kalaupun di Jakarta ada, biasanya dijual di toko sentra jajanan khas Jawa Timuran saja. Geti yang paling populer adalah geti olahan Ibu Suparmi yang terkenal dengan merk geti Promadona nya.
Geti memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan produk lain dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Usaha ini sangat menguntungkan bagi masyarakat luas, terutama masyarakat di Tulungagung.
Bisnis geti merupakan salah satu alternatif peluang bisnis yang sangat bagus. Selain rasanya yang khas, geti juga bisa dijadikan sebagai wisata kuliner yang tahan lama dan bisa dibawa ke mana saja. Usaha geti diproduksi di Kecamatan Kademangan. Lokasi ini sangat strategis, karena disamping dekat dengan kota Blitar, kecamatan Kademangan merupakan daerah yang berada di tengah-tengah Kabupaten Blitar. Hal ini bisa mempermudah pemasaran produk geti ke seluruh lingkup Kabupaten.
Pemasaran produk geti sudah mulai merambah daerah sulawesi, jawa tengah, dan jawa timur. Bagi anda yang belum mencoba makanan geti ini, anda pasti menyesal, karena cita rasa makanan ini sangat spesial dan nikmat. apalagi jika disantap pada saat ngopi atau bersantai. Selamat mencoba geti, dan jangan lupa berkunjung ke Kabupaten Blitar yang sangat indah dan penuh dengan budaya yang unik.
Gurihnya kacang tanah bercampur wijen ini memberikan sensasi rasa yang sedikit berbeda. Gurih renyah dan manisnya gula merah berpadu membuat camilan yang satu ini selalu diminati tak hanya masyarakat Blitar, tapi juga warga Jakarta.
Kalau Anda sedang singgah di daerahBlitar, Jawa Timur, sangat mudah sekali menjumpai makanan yang satu ini. Karena memang Blitar merupakan daerah produsen geti. Yak, geti namanya. Camilan yang terbuat dari kacang tanah dan wijen ini memang unik.
Geti ini dibuat mirip sekali dengan enting-enting. Bahkan di beberapa daerah di luar kabupaten Tulungagung, geti disebut juga enting-enting. Kacang tanah dan wijen dimasukkan ke dalam larutan gula merah dan dimasak hingga ganting atau kering. Barulah di taruh ke dalam cetakan. Dan dikemas dalam kemasan plastik kecil-kecil.
Soal rasa, geti tidak kalah dengan jenis camilan lainnya. Rasa geti tidak terlalu manis seperti enting-enting. Karena campuran gulanya tidak sebanyak enting-enting. Ada tiga jenis pilihan geti. Mulai dari geti wijen, geti kacang tanah, ataupun gabungan keduanya. Kalau saya lebih menyukai geti kombinasi kacang tanah dengan wijen. Karena rasanya lebih gurih dan manisnya tidak berlebihan. Kalau sudah makan camilan ini, susah sekali untuk berhenti.
Tapi Anda harus berhati-hati, karena rasanya yang manis akan membuat gigi sakit jika terlalu banyak dan teksturnya yang liat sering menempel di gigi. Saat ini geti hanya bisa dijumpai di daerah asalnya saja. Kalaupun di Jakarta ada, biasanya dijual di toko sentra jajanan khas Jawa Timuran saja. Geti yang paling populer adalah geti olahan Ibu Suparmi yang terkenal dengan merk geti Promadona nya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar